Aktifis Anti-Korupsi Beri Nilai “D” pada Jokowi Atas Pemilihan Menterinya

Pemilihan menteri-menteri Kabinet Jilid II pemerintahan Jokowi periode kedua pasalnya menuai pro dan kontra. Aktivis anti-korupsi misalnya, melihat penunjukkan Presiden Jokowi atas menteri-menteri yang sebelumnya pernah diperiksa KPK ini berpotensi membuat semnagat anti korupsi di lingkungan pemerintah makin bermasalah. 

Tiga Menteri Pernah diperiksa KPK

Paling tidak sudah ada 3 menteri yang ditunjuk dan dilantik oleh Jokowi kemarin, Rabu (23/10), yang pernah menjadi saksi atas beberapa kasus korupsi. Tiga menteri tersebut adalah:

  1. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amal
  2. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah
  3. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim

Namun, Zainal Arifin Mochtar, Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM mengatakan bahwa nama-nama tersebut belu tentu terlibat korupsi di masa lalu. Ia hanya menyayangkan keenganan Jokowi melibatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk mengecek latar belakang menteri-menteri barunya, khususnya tiga menteri di atas. 

Sebelumnya, Laode Muhammad Syarif, Ketua KPK, mengonfirmasi bahwa KPK tak dilibatkan dalam proses pemilihan menteri. “Memang tidak ada kewajiban (untuk berkoordinasi dengan KPK). Cuma kalau mau melacak secara detail, harusnya semua informasi diambil,” ungkap Zainal. 

Kemudian ia juga mempertanyakan janji presiden untuk memberantas korupsi dan juga mengangkat orang-orang yang berintegritas. “Kalau saya sebagai dosen, saya memberi nilai D (terkait komposisi kabinet). saya lihat ini lemah banget,” imbuhnya. 

Sementara itu, Jokowi sendiri telah berpesan pada menteri-menteri barunya supaya mereka tidak terlibat korupsi. “Saya juga telah memerintahkan kepada seluruh anggota kabinet yang tadi telah saya umumkan untuk pertama jangan korupsi. Ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi.” kata Jokowi. 

Track Record Tiga Menteri di atas 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru, Zainudin Amali, pasalnya pernah diperiksa KPK soal keterkaitannya dengan kasus korupsi yang melibatkan mantan Hakim Konstitusi Akil Mochtar. Dalam rangkuman yang terkait Akil Mochtar, pada tanggal 1 Oktober 2013, diketahui Akil menghubungi Zainudin Amali yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Jawa Timur, yang juga sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pilkada Jawa Timur untuk Pasangan Soekarno-Saifulla, dan meminta uang sebesar Rp. 10 miliar. 

Uang tersebut diminta Akil sebagai syarat pasangan itu dimenangkan dalam permohonan keberatan yang dijaukan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Herman Sumaeireja, calon gubernur dan wakil gubernur saat itu. 

Sementara itu Ida Fauziah pernah diperiksa terkait dengan kasus korupsi dana haji yang melibatkan mantan menteri agama, Suryadharma Ali. Kader PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ini namun mengatakan ia cuma diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi VIII DPR yang mana membawahi urusan kementerian agama. 

Sedangkan Abdul Hali, ia pernah diperiksa terkait kasus korupsi uang Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman, baru tahun lalu. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Abdul adalah mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dan juga Ketua DPW PKB Jatim. 

Yang diduga KPK adalah Taufiqurrahman menerima gratifikasi yang jumlahnya mencapai Rp. 2 miliar dari 2 orang kontraktor yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk pembangunan infrastruktr di Kabupaten Nganjuk di tahun 2015. 

Diduga, ia menerima dari pemberian-pemberian lainnya soal mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk di tahun 2016-2017. namun Abdul mengatakan bahwa dirinya sudah “clear.” 

“Semua clear, enggak ada masalah,” tukasnya saat ditanyai para wartawan.

Read More
Bapak Prediden Jokowi Berita politik Berita Politik Terbaru Indonesia Merdeka Mentri Terbaru NKRI

Angin Kencang di Batu Jatim Hancurkan 515 Rumah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur, mengumumkan bahwa setidaknya ada 515 buah rumah yang rusak pasca diterjang badai angin kencang yang terjadi sejak hari Sabtu (19/10) lalu. Badai itu menghantam daerah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

515 Rumah Rusak 

“Total rumah yang rusak karena bencana angin kencang, tercatat ada 515 rumah,” ungkap Achmad Choirur Rochim, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (24/10). 

Dari total 515 rumah yang rusak, 9 buah rumah terindentifikasi rusak berat, dan 79 rusak sedang. Sementara sisanya rusak ringan. Pendataan saat ini masih terus dilakukan oleh BPBD setempat. Tidak hanya rumah-rumah warga saja yang terdampak angin kencang tersebut namun juga beberapa fasilitas umum yang ada di KOta Batu, Jawa Timur. 

BPBD Kota Batu pun melakkan pembersihan material akibat dari bencana yang membuat ribuan orang terpaksa harus mengungsi itu. “Sekarang ini masih dilakukan pendataan dan juga analisis kerusakan fasilitas umum dan sosial ekonomi.” begitu lah kata Rochim. 

Ribuan warga terpaksa harus mengungsi dan menurut Rochim mereka yang mengungsi sudah bisa pulang sejak hari Selasa, 22 Oktober, kemarin. Rochim melaporkan bahwa kondisi sudah berangsur membaik, terutama para warga di Desa Sumber Brantas, Desa Gunung Sari dan juga Desa Sumbergondo. 

Karena badai kencang, pengungsi-pengungsi dari Kota Batu, sempat juga mencapai 1.357 jiwa. Paling tidak ada 278 di antaranya perlu mendapat pelayanan kesehatan di posko pengungsiannya dan rumah sakit juga. 

Badai yang menghancurkan rumah-rumah warga itu terjadi pada hari Sabtu lalu (19/10). angin kencang itu membawa debut dan sempat merubuhkan sejumlah pohon juga. Angin kencang itu juga merusak jaringan kabel listrik dan karena itu lah listrik sempat padam. 

BPBD setempat langsung saja mengevakuasi warga saat badai angin kencang semakin parah. Kemudian warga diungsikan ke tempat yang paling tidak aman dari badai angin kencang tersebut. Dari musibah ini dilaporkan ada korban jiwa meninggal. 

Korban Meninggal 

Tercatat ada satu orang meninggal. “Satu orang meninggal dunia, dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka serta gangguan saluran pernapasan. Saat ini ada kurang lebih 1.216 pengungsi,’ ungkap Sasmito, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Minggu (20/10) dilansir dari CNN Indonesia. 

Sasmito juga mengatakan bahwa satu korban tewas tersebut bernama Sodig. Ia meninggal dunia karena tertimpa pohon tumbang ketika angin berhembus sangat amat kencang. Tidak cuma itu, ada 20 rumah yang rusak di Desa Sumbergondo, dan ada sejumlah fasilitas umum yang rusak juga. 

Pohon tumbang yang jumlahnya lumayan banyak menyebabkan akses beberapa ruas jalan raya tertutup. Aliran listrik jga padam dan jaringan komunikasi pun sempat mengalami gangguan. “Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun fasilitas umum,” imbuh Sasmito. 

Pengungsi terbagi di 5 titik lokasi yaitu di SDN 2 Punten, Balai Desa Tulungrejo, Posko BPBD Kota Batu, Desa Punten, dan Rumah Dinas Walikota Batu. Pengungsi yang terbanyak ditempatkan di Balai Desa Punten dan juga Posko BPBD Kota Batu. Paling tidak di sana ada 900 orang yang mengungsi. 

Evakuasi yang direkomendasikan terkait kejadian itu akhirnya bisa menyelamatkan kebanyakan warga di lokasi terjadinya bencana angin kencang itu. 

Read More
Angin Kencang Berita Badai Berita Seputar Indonesia Tesunami