Curhatan Veronika Koman Ketika ‘dimusuhi’ Negara

Di hadapan publik Australia, Veronika Koman mengucapkan terima kasih pada keluarganya yang tetap dengan setia mendukungnya. Meskipun sekarang aktivis yang sekaligus pengacara hak asasi manusia untuk urusan Papua tersebut digambarkan seperti musuh nomor 1 negara. 

Curahan Hati Veronika Koman dianggap ‘Musuh’ Nomor 1 Negara 

“Saya berterima kasih kepada keluarga saya atas kesabarannya yang sangat luar biasa. Seakan-akan masa remaja saya belum cukup menimbulkan masalah bagi mereka, kini mereka harus menghadapi bahwa saya kini digambarkan di publik bak musuh negara nomor satu,” kata Veronica dilansir dari CNN Indonesia. 

Veronica juga menyampaikan pernyataan itu ketika menerima penghargaan Sir Ronald Wilson Human Rights Award dari ACFID (Australian Council for International Development) hari Rabu (23/10). 

Di awal pidatonya, ia menyamakan penderitaan dan juga perjuangan Aborigin di Australia dengan orang-orang Papua di tanahnya sendiri. Menurut dirinya, akibat operasi gabungan aparat keamanan, sekarang paling tidak ada 60 ribu warga sipil yang mengungsi di Papua, termasuk di Nduga. 

Dari keseluruhan warga Nduga yang mana mengungsi sejak bulan Desember tahun lalu, ada 189 orang di antaranya, termasuk juga anak-anak, meninggal karena kelaparan dan juga penyakit lainnya. “Pemerintah Indonesia tidak senang sat saya membagikan video-video yang menunjukkan lebih dari seratus orang West Papua turun ke jalan di seluruh West Papua dan Indonesia pada bulan Agustus dan September ini, meminta referendum penentuan nasib sendiri,” kata Veronica. 

Ia juga mempersembahkan penghargaan dari ACFID ini pada semua korban tindak kekerasan aparat dan juga tak lupa 22 tahanan politk yang mana dikenakan pasal makar dalam 2 belakangan. “Akhir kata, saya berharap agar penghargaa tahun ini bisa meningkatkan kesadaran di Australia tentang pelanggaran HAM yang dialami West Papua dan juga penyangkalan terhadap hak fundamental atas penentuan nasib mereka sendiri yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” ungkapnya lagi. 

Nama Veronica Jadi Viral 

Nama Veronica saat ini masuk ke dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) Polda Jawa Timur karena ia tak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus provokasi dan juga penyebaran informasi bohong terkait insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya. 

Walaupun Indonesia telah meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice, Australia bergenting. Bahkan Veronica bebas berbicara di hadapan parlemen Australia untuk menyoroti kasus pelanggaran HAM di Papua. 

Kasus yang menyeret nama Veronica ini dikomentari oleh Moeldoko. Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, ia menyatakan bahwa Veronica merasa orang Indonesia, maka ia harus bepikir untuk terlibat penuh menjaga stabilitas dan juga penguatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). 

“Ya saya pikir, kalau merasa orang Indonesia, kita semuanya harus berpikir kuat bahwa kita semuanya harus ikut terlibat dalam menjaga stabilitas, ikut terlibat menjaga penguatan NKRI dan seterusnya,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga meyakini Pemerintah Australia tadinya tidak akan terpengaruh dengan penjelasan VEronica dalam forum itu. Mantan panglima TNI tersebut menyebutkan bahwa Australia sangat berkomitmen dengan kedaulatan Indonesia. 

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Veronica bertemu dnegan sejumlah anggota parlemen Australia tepatnya di Canberra, tanggal 15-16 Oktober lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia meminta supaya pemerintah Negeri Kanguru itu bisa bertindah lebih lanjut untuk menghentikan pertumpahan darah di Papua. Saat itu ia didampingi oleh Amnesty International Australia. 

Berita Seputar Indonesia Berita Viral Terbaru Kabar Berita Veronica Koman Veronika Koman

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*